Minggu, 05 Januari 2020

Resume jurnal

Jurnal 25
DESA CERDAS MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI - KEBUTUHAN EMERGING INDIA
1. Pendahuluan
Semakin banyak fakta bahwa penduduk pedesaanlebih menderita akibat penghidupan dibandingkandengan daerah perkotaanKesulitan mata pencaharianmungkin memaksa penduduk pedesaan untukbermigrasi ke daerah perkotaanPemerintah telahmengakui masalah ini dan telah melakukan upayaserius melalui berbagai skema untuk meningkatkanmata pencaharian massa pedesaanSaat inipembangunan pedesaan terutama berfokus pada pengentasan kemiskinanpeluang mata pencaharianyang lebih baikpenyediaan fasilitas dasar dan fasilitasinfrastruktur melalui program inovatif wirausahaPenduduk yang tinggal di daerah pedesaan juga membutuhkan kualitas hidup yang sama seperti yang dinikmati oleh orang-orang yang tinggal di daerahperkotaan dan perkotaan. Mata pencaharian yang lebihbaik di daerah pedesaan dapat mengurangi dampakburuk dari kemiskinanpengangguran dan infrastrukturyang tidak memadai di pusat-pusat kota yang menyebabkan permukiman kumuh dan konsekuensisosial dan ekonomi. Oleh karena itupembangunanpedesaan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosialpeningkatan standar hidup masyarakatpedesaan dengan menyediakan layanan sosial yang memadai dan berkualitas dan kebutuhan dasarminimum menjadi penting.
Kebutuhan Desa Cerdas
Dalam proses pembangunanakan ada banyakperubahan dalam permintaan dan penawaran berbagaikebutuhankarena penduduk pedesaan akan melewatiproses perubahanSaat ini, salah satu tantangan utamadi India adalah pertumbuhan populasi dan urbanisasiyang cepatPertumbuhan kota ini sampai batas tertentutidak dapat dihindari, karena pengejaran dan aspirasiekonomi penduduk berubah dan berkembangIni perludibalik dan dikelola dengan tepat melalui keseimbanganantara kualitas hidup pedesaan dan perkotaanKonsep"Desa Cerdasakan mengatasi berbagai tantanganyang dihadapi untuk pembangunan berkelanjutan di pedesaan India.
"Desa Cerdasakan menyediakan kegiatankesejahteraan sosialekonomi, dan lingkungan jangkapanjang untuk masyarakat desa [6], yang akanmemungkinkan dan memberdayakan peningkatanpartisipasi dalam proses tata kelola lokalmempromosikan kewirausahaan dan membangunkomunitas yang lebih tangguh.
Pembangunan Desa Cerdas
1. Komponen EkonomiKomponen ini akan mencakupadministrasi lokal dan faktor ekonomiIni akanmencakup model tata kelola, bandwidth, mobilitaskomputasi awankewirausahaan dll.
2. Komponen LingkunganKomponen ini akanmembahas masalah yang berkaitan dengan sumberdaya dan infrastruktur yang tersedia di tingkat lokalInimungkin mencakup teknologi yang lebih bersihtransportasi publik dan alternatifruang hijaupertumbuhan cerdasperubahan iklim dll.
3. Komponen SosialKomponen ini dapat menanganimasalah yang berkaitan dengan kehidupan masyarakatdemokrasi partisipatifinovasi sosiallayanan kedekatandll.


Potensi dan Masalah
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telahmembuktikan potensinya yang sangat besar untukkepentingan umat manusia di berbagai bidangTeknologi informasi dan komunikasi (TIK) seringdigunakan untuk memastikan hak atas pendidikan dan pembelajaran, dan memiliki potensi untuk melayanikebutuhan yang berkembang.
Berdasarkan analisis pada keterbatasanperencanaan dan pembangunan pedesaan tradisionalperencanaan desa perlu menjadi proses bottom-up yang berfokus pada partisipasi masyarakat lokal
Teknologi Geospasial untuk Desa Cerdas
Geospasial dan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah komponen penting untuk membangun desacerdas dengan cara dasar yang memetakan dunia fisikke dalam lingkungan virtual. Perencanaan dan sistempendukung berbasis GIS memungkinkan perencana dan masyarakat desa untuk secara efisien membuat dan memvisualisasikan skenario alternatif dan menentukankemungkinan dampaknya pada pola penggunaan lahandi masa depan dan populasi terkait dengan trenpekerjaanMasa depan India terletak pada konversisetiap desa menjadi desa pintarKonsep desa pintarakan menyediakan fasilitas serupa dengan desasehingga komunitas agraris tetap tinggal di desa dan tidak bermigrasi ke daerah perkotaanGenerasi masa depan akan berkontribusi besar dalam proses pembangunan dan menikmati kegiatan pertaniantradisional dengan menggunakan teknologi modern.
2. Kesimpulan
Desa Cerdas adalah kebutuhan saat ini karenapembangunan dibutuhkan untuk daerah pedesaan dan perkotaan untuk penghidupan yang lebih baik dan teknologi informasi akan menawarkan solusi yang efektif. Ada teknologi yang berhasil tersedia, yang telahditerapkan di daerah perkotaan. Ada tekanan luar biasapada lanskap kota karena migrasi penduduk pedesaanuntuk penghidupanDesa Pintar tidak hanya akanmengurangi migrasi ini tetapi juga mengairi aliranpopulasi dari daerah perkotaan ke pedesaan. TIK / TI dan GIS adalah pilar yang tidak dapat dipecahkan untukmendukung seluruh proses pembangunan desa.

Resume jurnal

Jurnal 24
Pengembangan Sistem Informasi Geografis DesaPintar (SIG) di Indonesia Dan Pendekatannya Yang Analog
1. Pendahuluan
Desa pintar tahu tentang warganyasumber dayayang tersedialayanan publik yang berlaku dan tersediaDesa pintar juga harus tahu apa yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkanDisebutkan pula bahwa inisiatif desapintar berfokus pada efisiensi penggunaan sumber dayayang lebih baikmemberdayakan tata kelola desaakses ke fasilitas dasar dan perilaku individu dan masyarakat yang bertanggung jawab dalammembangun masyarakat yang makmur.
Dalam kaitannya dengan teknologi informasibanyak penulis menyatakan secara sederhana bahwadesa pintar adalah desa yang memiliki kemampuanuntuk menggunakan teknologi informasi dalampengembangan sumber daya manusia dan alamDesapintar secara tidak langsung dapat meningkatkanekonomi mereka karena konsep desa pintarmemungkinkan warga desa untuk mengkomunikasikanpotensi sumber daya alam ke luar desa dan memilikikemampuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sumber daya desa oleh penduduk desa.
Model dan paket aplikasi yang mudah digunakanoleh pejabat desa dalam melayani warga mereka dan kemudahan mengelola data dan informasi akanmendukung pengembangan desaAplikasi SIG adalahsalah satunyadesa SIG dapat dibangun denganmemprakarsai pengumpulan data dasarmengolahnyamenjadi informasi yang diperlukan yang mudahdikaitkan dengan data spasial sehingga informasi yang dihasilkan lebih komprehensif dan bermakna untukmendukung pembangunan nyata. GIS desa dapatdibangun dengan mengumpulkan data mentah terlebihdahulu, dan membangun gudang data spasial yang mudah diakses, dan mengolahnya menjadi informasiyang siap digunakan
2. Data dan Metodologi
Penelitian ini didasarkan pada sumber data tabular dan spasial. Data sekunder telah diperoleh daridatabase desa yang tersediaMetodologi penelitianadalah studi literatur dan dokumenStudi literatur desapintar dilakukan untuk menilai sistem sistem informasidesa yang ada dan mengeksplorasi kemampuanperangkat lunak sistem yang ada saat ini untukmempromosikan model sistem informasi baru yang sesuai. Sistem informasi geografis (SIG) model dipilihuntuk menyajikan sistem informasi sumber daya desaberdasarkan lokasi geografisStudi dokumen dilakukanmengenai legislasi desa untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi kebutuhan data dan informasiadministrasi desa dan layanan publik.
3. Hasil
Sumberdaya Desa. Data sumber daya desa terkaitdengan program pembangunan fisik dan intervensi di desa oleh pemerintah daerah dan pusatMerujuk pada sistem informasi profil regional Kementerian DalamNegeri Indonesia ada sekitar 600 item data yang berkaitan dengan pembangunan daerah.
Administrasi dan Layanan Publik. Di Indonesia beberapa administrasi desa adalah penyelenggaraurusan pemerintahan oleh “badan pemerintahan desa” dan “badan konsultatif desa” untuk mengatur dan mengelola kepentingan masyarakat lokal berdasarkanasal-usul dan adat setempat yang mengakui dan menghormati sistem pemerintahan.

4. Kesimpulan
Indonesia memiliki sekitar 82.353. Pendekatananalog dapat digunakan dalam pengembangan basis data dengan karakteristik yang berbedaseperti desapertaniandesa nelayan, dan desa industri. Oleh karenaitu, model GIS desa harus disiapkan berdasarkankarakteristiknya.
Penggunaan perangkat lunak open source untukmembangun GIS dan pendekatan ekstraksi basis data nasional ke dalam basis data desa akan mempercepatpengembangan GIS, memfasilitasi pengembangan dan implementasi GIS desa serta pembiayaan yang tidakmahal.
Partisipasi aktif aparat desaketua RW, dan ketua RT merupakan kunci keberhasilan pengembangan basis data tabular dan spasial serta data pembaruan mereka. Data pembaruan perlu dilakukan dengan mantapseperti halnya peremajaan data monografi desa. GIS adalah pengganti monograf desa yang memfasilitasilayanan informasi publik yang cepat dan lengkap dan mendukung perencanaanpelaksanaan, dan pemantauan pembangunan desa. Proses pengembangan dan implementasi GIS desa harusdikoordinasikan oleh lembaga yang sesuai di dalamKementerian Dalam Negeri untuk memastikanpendekatan yang analogKolaborasi dengan lembagaeksternal seperti universitas terdekat direkomendasikandan disarankan keterlibatan siswa.